https://rajaampat.times.co.id/
Berita

AS Vonis Maduro dan Istrinya sebagai Teroris Narkoba, Venezuela Serukan Pelanggaran Hukum Internasional

Minggu, 04 Januari 2026 - 00:03
Jaksa Agung AS Umumkan Dakwaan Narco-Terrorism untuk Presiden Venezuela Nicolas Maduro Arsip - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyampaikan pidato dalam konferensi pers di Caracas, Venezuela (15/9/2025). ANTARA/Xinhua/HO-Kepresidenan Venezuela/aa. (FOTO: Handout Xinhua/Kantor Kepresidenan Venezuela)

TIMES RAJAAMPAT, JAKARTAJaksa Agung Amerika Serikat, Pam Bondi, secara resmi mengumumkan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York atas sejumlah tuduhan pidana berat, termasuk narco-terrorism atau terorisme narkoba.

Dalam pernyataannya di platform media sosial X pada Sabtu (3/1/2026), Bondi menulis, "Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York. Nicolás Maduro didakwa atas konspirasi narco-terorism."

Bondi menambahkan bahwa keduanya juga didakwa atas konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senjata tersebut yang ditujukan melawan Amerika Serikat. "Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya kekuatan hukum Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika," tegas Bondi.

Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa negaranya telah melancarkan serangan berskala besar ke Venezuela dan bahwa Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu. Trump mengatakan operasi ini dilakukan bersama aparat penegak hukum AS dan rencananya akan menggelar konferensi pers untuk memberikan rincian lebih lanjut.

Menanggapi perkembangan ini, Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab mengecam serangan AS ke Caracas sebagai pelanggaran serius terhadap seluruh perjanjian dan hukum internasional, yang menyasar target-target sipil. Saab mendesak kejelasan atas keberadaan Presiden Maduro dan istrinya, menyebut situasi ini sebagai penculikan, dan meminta komunitas internasional serta PBB untuk tidak tinggal diam.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino dalam pesan video menegaskan penolakan negaranya terhadap kehadiran pasukan asing. "Venezuela yang merdeka, independen, dan berdaulat menolak dengan segenap kekuatan sejarahnya kehadiran pasukan asing ini," ujarnya. Padrino juga menyatakan bahwa Venezuela sedang mengumpulkan informasi terkait korban dan mengecam keras serangan tersebut kepada komunitas internasional. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Rajaampat just now

Welcome to TIMES Rajaampat

TIMES Rajaampat is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.